untitled #3
saya pikir lebih baik mencintai orang yang bisa menjaga hatinya dan memang jaga jarak dengan lawan jenis, daripada mencintai orang yang mengaku menjaga hati tapi berduaduaan dan melakukan hub intens dengan seorang wanita yang katanya sholehah.
ah andai hati bisa semudah itu ditaklukan dengan logika.
mungkin suatu saat hati yang akan berubah atau keadaan yang akan berubah. who knows.
Bosen gg tuh?
Nah ini dia berhubungan sama kamar lagi.
Kuliah cuma ada 4 matkul selama satu minggu. Cuma 2 hari, Selasa dan kamis, selebihnya FREEEE.
Kerjaan tiap hari, buka laptop, kerjain laporan KP, kalau bosen liat video motivasi, baca2 buku. Just it.
Ya lagi-lagi liat 3x3 kamar kos. Ya bosen banget tapi mau gmna lagi -____-
Kamar ku :o
Kalau ada hal yang berubah itu adalah kamarku. hm. atau aku ya?
Dulu superrr rapi apalagi urusan ngerapaiin kamar. wah jago dah gue #narsis
Namanya sprei harus rapi di kasur, gg boleh kusut, jadi duduknya di karpet atau di kursi. hhe. Semua barang harus pada tempatnya, gg boleh nggak. lanati harus bersih jadinya dikit-dikit nyapu.
Tapi semenjak tahun 2012 ini (akhir2 ini), kamar mulai terbiasa berantakan, di kasur ada buku2 bacaan, pulpen, tepak, kalender, buku diary, semua di kasur, dan dibiarkan seharian dalam keadaan begitu. hhhaaa. #pemalas
ntahlah perubahan yang baik atau buruk ya? hmm
ada bagian yang sakit
ah ntahlah. kayanya rasa sakit dan nyerinya udah bner2 gg krasa atau mati rasa. tapi itu sehari yang lalu.
ah ntahlah. kali ini rasanya ada rasa sakit dan nyeri lagi. :(
apa saya jatuh cinta tingkat akut dan sakit hati parah? T.T
random
dulu kerjaannya kemana-mana, pergi kesana kemari, urus ini dam itu, kayanya waktu buat istirahat di kos dan mempelajari materi kuliah itu susaaah bnget. sangat minim waktu.
sekarang berbanding terbalik. bangun pagi gg da agenda yang harus dilakuin di luar kosan, paling bnter ngelaundry. tiap hari di 1/2 bulan ini ketemunya kasur, meja belajar, laptop.
belajar gg tuh mel?
nah ini dia. makin kerasa fasilitas dan waktu luang tidak begitu mempengaruhi terlaksananya belajar yang continue. kalo kerjaannya males-malesan, nonton film terus, dngerin musik terus sama aja kaya yang sibuk organisasi yang gg punya waktu buat belajar.
-_____-
dan saya sedang mengalami seperti ini, semngat yang kuat akan percuma kalo gg dilaksanain ama tubuh.
gogogogo amelia syarfina qisthi!
Pernikahan itu adalah saatnya untuk berhenti membandingkan.
– Nasihat Amien Rais terhadap anak-anaknya pada malam sebelum pelaksanaan ijab-kabul mereka. (via kuntawiaji) Via KuntawiajiAku ingin menjadi Ibu. Aku juga ingin punya anak perempuan yang lucu-lucu. Aku akan rajin mendandani rumah kita dengan hangat. Aku berjanji akan belajar memasak.
– @perempuansore (via originalbirdhouse)(Source: poisonblackswan)
Via hitam manisKarena hubungan itu adalah ‘saling’, bukan tentang ‘masing-masing’. Maka, tak cukup satu yang berjuang untuk mempertahankan.
– Diar Luthfi Khairina (via ryanifitri) Via elvinadiahSanguinis: cenderung ingin populer, senang sekali bicara, meledak-ledak (suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu), agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya serba tak beratur.
Melankolis: serba teratur, rapi, terjadwal,suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka,sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam, cenderung menganalisa, memikirkan, dan mempertimbangkan dalam berbicara.
Koleris: suka sekali mengatur orang,senang dengan tantangan, suka petualangan,sangat “goal oriented”,tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu.
Plegmatis: tak suka terjadi konflik, kurang bersemangat, kurang teratur, serba dingin, cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda.
## Tentang empat pola karakter manusia ini, saya sudah mengetahuinya sejak kuliah, pada saat sedang sibuk-sibuknya berorganisasi di kampus. Pada dasarnya karakter seseorang itu, ga mungkin murni salah satunya saja dari empat pola yang ada, kebanyakan adalah kombinasi dari empat pola tersebut. Kalo saya sendiri menilai, bahwa saya itu dominan melankolis, terkadang berkombinasi dengan koleris, di lain waktu bisa berkombinasi dengan plegmatis, situasional sesuai kondisi pada saat itu. Unsur sanguinis sama sekali saya ga ada kayanya. Hehe.
Tanpa orang sanguinis, dunia ini akan terasa sepi.
Tanpa orang melankolis, mungkin tak ada kemajuan di bidang riset, keilmuan dan budaya.
Tanpa kaum koleris, dunia ini akan berantakan tanpa arah dan tujuan.
Tanpa sang plegmatis, tiada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia.
Nah, Kamu kombinasi yang mana? :D

